RedMOL.id–Pulau Taliabu– masyarakat Taliabu selatan desa pencado mulaii melontarkan kritikan tajam kepada pemerintah pulau Taliabu.Kali ini bukan karena kemajuan, melainkan karena lambannya respons pemerintah terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai memprihatinkan. Sebuah jembatan yang menjadi akses vital masyarakat hingga kini masih jauh dari kata layak, sementara janji-janji perbaikan terus dilontarkan tanpa kejelasan realisasi.
Masyarakat Taliabu selatan desa pencado pun mulai angkat suara. Mereka menilai pemerintah daerah terlalu sering tampil dengan retorika tanpa diiringi tindakan nyata. “Kami tidak butuh janji lagi. Yang kami butuhkan itu bukti,” ujar salah satu warga dengan nada tegas. Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan yang telah lama terpendam.
Jembatan tersebut bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi juga urat nadi aktivitas ekonomi warga. Setiap hari, anak sekolah, pedagang, hingga petani harus melintasi jalur yang berisiko. Kondisi papan yang tidak rata, konstruksi yang rapuh, hingga potensi kecelakaan menjadi ancaman nyata yang dihadapi masyarakat setiap saat.
di tengah kondisi ini, pemerintah justru dinilai lebih sibuk dengan narasi pembangunan daripada aksi konkret. Masyarakat menilai ada ketimpangan antara apa yang disampaikan di forum resmi dengan realitas di lapangan. “Jangan hanya lantang bicara di depan publik, tapi kosong di lapangan,” tegas warga.
Desakan pun semakin menguat. Warga menuntut langkah progresif dari pemerintah, bukan sekadar wacana atau kunjungan seremonial. Mereka meminta adanya transparansi anggaran, kejelasan timeline pembangunan, serta pengawasan ketat agar proyek tidak mangkrak.
Lebih jauh, kondisi ini juga menimbulkan pertanyaan besar terkait prioritas pembangunan di Pulau Taliabu.terkhusus Taliabu selatan desa pencado Apakah kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama, atau justru terpinggirkan oleh kepentingan lain?
Jika pemerintah terus abai, bukan tidak mungkin dinamika protes akan semakin besar. Masyarakat kini semakin sadar akan hak mereka, dan tidak lagi mudah dibungkam dengan janji manis.
Pesan warga jelas: cukup dengan kata-kata, saatnya bekerja.Pemerintah Pulau Taliabu ditantang untuk membuktikan komitmennya—bukan di atas kertas, tetapi di atas jembatan yang selama ini mereka janjikan untuk diperbaiki.
