Keresahan warga mencuat setelah sejumlah program pembangunan yang sebelumnya telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2025 tidak terealisasi. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan infrastruktur dasar, bantuan sosial, serta pemberdayaan masyarakat yang dinilai sangat penting bagi kebutuhan desa.
ketidakjelasan penggunaan anggaran tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga. Ia menyebutkan bahwa hingga pertengahan tahun, tidak ada laporan resmi maupun penjelasan dari pihak pemerintah desa mengenai realisasi anggaran.
“Kami hanya ingin kejelasan. Anggaran itu milik masyarakat, bukan milik pribadi. Kalau memang digunakan, harus dijelaskan digunakan untuk apa saja,” ujarnya.
Sejumlah warga juga mengaku telah mencoba meminta klarifikasi secara langsung kepada pihak pemerintah desa, namun belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Kondisi ini memicu kekecewaan yang semakin meluas dan berpotensi menimbulkan konflik sosial jika tidak segera ditangani.
Di sisi lain, masyarakat berharap agar Pj Kades taliabu selatan dapat segera mengambil langkah bijak dengan membuka seluruh dokumen penggunaan anggaran secara transparan. Mereka menilai bahwa keterbukaan informasi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik serta menghindari spekulasi negatif.
“Kalau tidak ada masalah, kenapa harus ditutup-tutupi? Kami hanya ingin transparansi,” tambah warga lainnya.
pihak Pj Kades yang ada di taliabu selatan belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh berbagai pihak untuk mendapatkan klarifikasi yang seimbang.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut pengelolaan dana desa yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan audit serta memastikan tidak ada penyalahgunaan anggaran yang merugikan masyarakat.
Dengan situasi yang terus berkembang, masyarakat Taliabu Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini hingga mendapatkan kejelasan dan keadilan.
