BBM Langka di Pulau Taliabu, Dijual Tembus Rp35ribu Perliter

Admin RedMOL
0

RedMOL.iD,Pulau Taliabu–Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Pulau Taliabu, Maluku Utara, kehabisan stok diseluruh pengecer yang ada.

Imbas dari kehabisan stok, dua jenis BBM tersebut, para pengecer menjual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) diangka Rp30.000 hingga Rp35.000.

Atas insiden kelangkaan BBM itu, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Bobong mengalami antrian panjang yang memungkinkan akan mengalami kehabisan stok.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kepala SPBU Kota Bobong, Jenly Halean meminta agar pihak Pertamina Sanana segera mempercepat distribusi BBM ke Pulau Taliabu.

Ia mengatakan, peningkatan pengisian BBM di SPBU Kota Bobong saat ini sangat meningkat dan memungkinkan dua jenis BBM tersebut tidak akan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Antisipasinya, pengangkutan BBM ini harus dipercepat oleh Pertamina Sanana. Sehingga, stok BBM ini dapat mencukupi kebutuhan kendaraan masyarakat di Pulau Taliabu,” kata Jenly Halen kepada cermat, Senin, 26 Oktober 2026.

Ia bilang, stok BBM jenis Pertamax di SPBU Kota Bobong perbulannya diberikan kuota sebanyak 15 Kilo Liter (KL), sementara kuota BBM jenis Pertalite ditetapkan oleh Pertamina sebanyak 75 KL.

Dalam kondisi saat ini, kata dia, kuota untuk kedua jenis BBM tersebut tak dapat memenuhi kebutuhan kendaraan masyarakat di Kota Bobong selain pendistribusian kuota BBM tersebut dipercepat.

SPBU Kota Bobong, menurut Jenly, pihaknya telah mengajukan penambahan kuota BBM jenis Pertalite agar dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, sampai saat ini, pihak Pertamina belum mengindahkan usulan tersebut.

“Kalau minggu ini, pendistribusian stok BBM belum masuk, maka dipastikan SPBU Kota Bobong akan mengalami kekosongan. Kan dilihat dari kondisi saat ini. Intinya, kita harus percepatan pengangkutan BBM dari Pertamina Sanana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)