
RedMOL.iD,Banggai–Tim gabungan TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banggai Laut mengamankan 500 jeriken bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Pantai Keramat, Banggai Lalongo, Kecamatan Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (15/10/2026) malam.
Ratusan jeriken BBM yang diperkirakan memiliki total volume sekitar 10 ton tersebut diduga hendak diselundupkan ke Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.
Dalam operasi yang berlangsung sekitar pukul 21.30 WITA itu, tim gabungan dipimpin Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Banggai Laut, Ridwan Lidjo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, BBM tersebut diduga berkaitan dengan seorang oknum anggota kepolisian berinisial R.
Situasi sempat memanas ketika petugas melakukan penyitaan. Oknum polisi berinisial R terlihat beberapa kali mendatangi lokasi kejadian dan sempat bersitegang dengan petugas yang tengah mengamankan barang bukti.
Dalam situasi tersebut, R terdengar melontarkan pernyataan yang bernada menantang kepada petugas.
“Tahan boleh, tapi jangan dibongkar, saya Prapid, kamu,” ujar R di lokasi kejadian.
Meski mendapat penolakan, tim gabungan tetap melanjutkan penindakan dan mengamankan ratusan jeriken Pertalite tersebut.
Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Kantor Bupati Banggai Laut untuk pengamanan dan penanganan lebih lanjut.
Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, dugaan pengiriman BBM bersubsidi dari Banggai Laut menuju Pulau Taliabu itu bukan kali pertama terjadi. Oknum berinisial R diduga pernah dikaitkan dengan aktivitas serupa.
Namun, informasi mengenai dugaan keterlibatan R dalam kejadian sebelumnya maupun dugaan adanya pihak yang melindungi aktivitas tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Hingga berita ini tayang, proses penanganan dan pengamanan barang bukti masih berlangsung di Kantor Bupati Banggai Laut.
Belum ada keterangan resmi mengenai status hukum BBM yang diamankan maupun tindak lanjut terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Polres Banggai Laut juga masih bungkam terkait masalah ini.(*) Muf
(Tim Redaksi)
