Kontroversi Fair Play di Turnamen Berani Juara 2026: Coach Taliabu Muda Angkat Bicara Soal Dugaan Ketidakadilan.!!

Admin RedMOL
0
Tim Taliabu muda(Malut)dok/RedMOL.id/Muflihun
Pagimana, Banggai — Suasana panas mewarnai jalannya turnamen sepak bola Berani Juara 2026 setelah muncul kontroversi terkait dugaan pelanggaran keras yang dinilai tidak ditindak tegas oleh perangkat pertandingan. Tim Taliabu Muda yang tengah berjuang di ajang tersebut akhirnya angkat suara melalui pelatih sekaligus Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pulau Taliabu, Mislan Syarif.(kamis 16/7/2026) 

Dalam pernyataannya, Coach Mislan dengan tegas menanggapi tudingan yang menyebut timnya tidak sportif. Ia justru membalikkan narasi tersebut dengan menyatakan bahwa pihak lawanlah yang telah mencederai nilai sportivitas di lapangan.

“Kalau mau bilang tidak sportif, justru mereka yang mencederai sportivitas itu sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, insiden yang terjadi di lapangan bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan pemain dan dilakukan secara sengaja. Ia juga menyoroti keputusan wasit yang dinilai tidak maksimal dalam memberikan sanksi.

“Kartu kuning itu tidak serta-merta tidak bisa dirubah. Kalau pelanggaran itu berasal dari insiden yang sangat berbahaya dan melukai, bahkan terlihat disengaja, tentu harus ada evaluasi. Semua itu bisa dilihat jelas di video,” lanjutnya.

Tim Taliabu Muda sendiri, kata Mislan, datang ke turnamen bukan hanya untuk bertanding, tetapi membawa misi yang lebih besar: membina pemain muda, meraih prestasi, serta mempererat tali silaturahmi antar daerah.

“Kami datang bermain bola dengan pemain-pemain muda. Tujuan kami jelas, mencari prestasi sekaligus menjaga dan mempererat silaturahmi. Tapi yang kami dapatkan justru ketidakadilan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin memperpanjang polemik dengan argumen sepihak. Menurutnya, publik bisa menilai secara objektif dari kejadian yang sudah terekam dan disaksikan langsung oleh banyak orang.

“Silakan beralibi apa saja, tapi masyarakat melihat sendiri setiap insiden yang terjadi di lapangan. Biarlah masyarakat yang menilai apa yang sebenarnya terjadi,” tambahnya.

Kontroversi ini pun memicu perhatian luas dari para penonton dan pecinta sepak bola lokal. Banyak pihak berharap panitia dan penyelenggara turnamen dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja wasit dan menjaga integritas kompetisi agar tetap menjunjung tinggi nilai fair play.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak wasit maupun panitia penyelenggara terkait insiden tersebut. Namun desakan publik untuk transparansi dan keadilan dalam pertandingan terus menguat, seiring harapan agar sepak bola tetap menjadi ajang persaudaraan, bukan konflik.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)