
RedMOL.iD-PULAU TALIABU — masyarakat Taliabu selatan desa pencado Maluli.mulai keluhkan terhadap perhatian pemerintah daerah untuk memperbaiki infrastruktur dasar kembali menjadi sorotan. Jembatan yang menjadi salah satu akses utama masyarakat desa pencado dan desa Maluli hingga kini masih membutuhkan perhatian serius, sementara upaya perbaikan mulai mengarah pada semangat swadaya masyarakat. selasa (11/8/2026).
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian warga terhadap keselamatan dan kelancaran akses publik masih cukup kuat. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana pemerintah daerah hadir dalam menangani infrastruktur yang digunakan masyarakat setiap hari.
Sudah ada bau-bau swadaya masyarakat. Warga mulai menunjukkan inisiatif untuk memikirkan kondisi jembatan yang mereka gunakan bersama. Akan tetapi, langkah tersebut semestinya tidak menjadi alasan pemerintah untuk lepas tangan.
Jembatan yang menjadi akses utama masyarakat seharusnya masuk dalam perhatian dan prioritas pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur daerah. Apalagi jika akses tersebut memiliki fungsi penting bagi aktivitas masyarakat, termasuk akses anak-anak menuju sekolah, warga menuju tempat kerja, hingga jalur untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.
Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar tentang sebuah jembatan yang mengalami kerusakan. Lebih dari itu, jembatan tersebut menyangkut keselamatan dan keberlangsungan aktivitas wargawarga dan anak anak ke sekolah.
Ketika kondisi jembatan mulai membahayakan, masyarakat tentu berada dalam posisi sulit. Mereka tetap harus melintas karena tidak memiliki banyak pilihan akses alternatif. Anak-anak tetap harus pergi ke sekolah, masyarakat tetap harus bekerja, dan aktivitas ekonomi tetap harus berjalan.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya berharap akses dasar yang digunakan setiap hari mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya.
Pembangunan tidak seharusnya hanya berbicara tentang proyek besar, bangunan megah, atau program yang mudah terlihat secara kasatmata. Pembangunan juga harus hadir dalam bentuk yang paling dekat dengan kebutuhan masyarakat, salah satunya memastikan akses transportasi dan jembatan desa berada dalam kondisi aman dan layak digunakan.
Karena bagi masyarakat di desa, sebuah jembatan sederhana bisa memiliki arti yang sangat besar. Jembatan tersebut dapat menjadi penghubung antara rumah dan sekolah, antara petani dengan lokasi aktivitas ekonomi, serta antara masyarakat dengan berbagai kebutuhan pelayanan publik.
Semangat swadaya mulai tercium masyarakat patut diapresiasi. Namun, semangat gotong royong warga tidak semestinya dimaknai sebagai pengganti tanggung jawab pemerintah. Swadaya adalah bentuk kepedulian masyarakat, sementara pemerintah tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan infrastruktur publik mendapatkan pemeliharaan dan penanganan yang layak.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah tidak menunggu sampai kondisi jembatan semakin parah atau sampai terjadi kecelakaan baru kemudian mengambil tindakan.
Pemerintah daerah terkhusus bupati kabupaten pulau Taliabu Sashabila Widya Lufitalia Mus diharapkan turun langsung melihat kondisi di lapangan, melakukan pengecekan terhadap tingkat kerusakan, serta menentukan langkah penanganan yang tepat. Jika memang membutuhkan perbaikan segera, maka harus ada langkah konkret agar masyarakat tidak terus-menerus berada dalam kondisi waswas ketika menggunakan akses tersebut.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa banyak proyek yang dibangun, tetapi seberapa besar pembangunan itu mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Jembatan yang aman mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang setiap hari melewatinya, jembatan tersebut adalah bagian penting dari kehidupan mereka.
Kini masyarakat Taliabu selatan desa pencado/Maluli hanya menunggu satu hal: bukan sekadar janji atau wacana, tetapi sentuhan nyata pemerintah daerah untuk memastikan akses dasar mereka tetap aman, layak, dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.
RedMOL.iD/Muflihun La Guna
