
RedMOL.iD-Taliabu Selatan – Warga Desa Pencado/Maluli, Kecamatan Taliabu Selatan, hingga kini masih harus menjalani kehidupan tanpa aliran listrik yang memadai. Di tengah pesatnya pembangunan di berbagai wilayah, masyarakat desa tersebut merasa tertinggal karena kebutuhan dasar berupa listrik belum juga dapat dinikmati. (Sabtu-22-8-2026)
Selama bertahun-tahun, warga mengaku hanya menerima janji dari pemerintah bahwa listrik akan segera direalisasikan. Namun hingga saat ini, harapan tersebut belum menjadi kenyataan. Kondisi ini membuat masyarakat kecewa karena tidak ada kepastian kapan listrik akan benar-benar masuk ke desa mereka.
Setiap hari, terutama pada malam hari, aktivitas warga sangat terbatas. Anak-anak kesulitan belajar, pelaku usaha tidak dapat mengembangkan usahanya secara maksimal, dan masyarakat harus bergantung pada lampu seadanya atau generator yang membutuhkan biaya tinggi.
Menurut pengakuan sejumlah warga, pembahasan mengenai listrik selalu menjadi topik utama setiap kali mereka berkumpul. Mereka mempertanyakan kapan janji pemerintah akan ditepati.
"Setiap kali kami duduk bersama di tempat santai, yang selalu dibicarakan adalah listrik. Kapan listrik masuk ke desa kami? Kami sudah terlalu lama menunggu," ungkap salah seorang warga.
Masyarakat Desa Pencado/Maluli berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera mengambil langkah nyata untuk merealisasikan pembangunan jaringan listrik. Warga menegaskan bahwa mereka tidak lagi membutuhkan janji, melainkan bukti nyata yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat.
Sebagai bagian dari Kabupaten Pulau Taliabu, warga Desa Pencado/Maluli ingin memperoleh hak yang sama seperti masyarakat di desa-desa lain yang telah menikmati akses listrik. Mereka berharap pemerintah menjadikan pemerataan pembangunan sebagai prioritas agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil.
Harapan masyarakat sangat sederhana, yaitu menikmati terang di malam hari, meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, memperkuat perekonomian desa, dan menjalani kehidupan yang lebih layak seperti masyarakat di wilayah lainnya. Kini, warga hanya menanti satu hal: realisasi, bukan lagi sekadar janji.(Red/Muf)
