Manfaatkan jabatan!Guru berstatus P3K menjadi predator pelecehan seksual,Terhadap Murid SMP 4 kilo, Terduga pelaku kabur.

Admin RedMOL
0
Gambar Ilustrasi seorang guru P3K lecehkan sang murid SMP 4 Kilo Taliabu Selatan/RedMOL.iD/Muf

RedMOL.iD-Pulau Taliabu Selatan, 5 Agustus 2026– Dalam sebuah peristiwa yang mengejutkan dan memprihatinkan, dua oknum guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di SMP 4 Kilo, Kecamatan Taliabu Selatan, diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap seorang murid perempuan berusia di bawah umur. Kasus ini mencuat setelah beberapa fakta dan informasi terkumpul mengenai tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh para pendidik seharusnya melindungi dan mendidik anak-anak.

Menurut keterangan yang didapat, korban yang di panggil oleh seorang ibu guru P3K untuk menemaninya tidur di rumah perumahan guru. Namun, dalam situasi yang mengejutkan, dua oknum guru tersebut memanggil korban dan memaksa korban untuk terlibat dalam tindakan yang tidak senonoh dan mengancamnya agar tidak berteriak, dengan konsekuensi kekerasan fisik jika sang murid melawan.
Rabu (5/8/2026)

Kini, setelah berita kasus ini mencuat kalangan masyarakat sekitar,kedua oknum guru P3K tersebut dilaporkan sudah melarikan diri dari desa yang mereka tugas (desa kilo) 

Kepala Dinas Pendidikan setempat di harapkan melakukan investigasi mendalam terhadap kasus ini, dan harus berkomitmen untuk memberikan perlindungan penuh terhadap korban serta memastikan bahwa para pelaku predator pelecehan seksual mendapatkan sanksi yang tegas. “jangan ada kata mentolerir tindakan pelanggaran seperti ini. Perlindungan anak harus menjadi prioritas utama,” 
Gambar Ilustrasi sang guru dan murid
Keluarga korban dan masyarakat sekitar berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas, tidak hanya untuk keadilan bagi korban, tetapi juga untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang. Pihak berwenang diminta untuk segera mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan dan memberikan dukungan psikologis kepada korban agar ia dapat memulai proses pemulihan dari trauma yang dialaminya.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya pengawasan dan perlindungan anak, terutama di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendukung perkembangan anak.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)