
RedMOL.id-Pulau taliabu–Kondisi memprihatinkan tampak nyata di SMK Negeri 2 Pulau Taliabu, Maluku Utara. Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi proses pendidikan justru terlihat rusak dan tidak terurus. Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan serius, memperlihatkan minimnya perhatian terhadap dunia pendidikan di wilayah tersebut.
(Minggu 26/7/2026).
Sekolah yang berlokasi di Desa Pencado, Kecamatan Taliabu Selatan kabupaten pulau taliabu ini sejatinya merupakan lembaga pendidikan resmi milik pemerintah provinsi Maluku Utara. Namun ironisnya, kondisi fisik bangunan tidak mencerminkan tanggung jawab negara dalam menjamin hak pendidikan yang layak bagi siswa.

Aktivitas belajar mengajar pun terganggu. Siswa dipaksa beradaptasi dengan kondisi ruang kelas yang jauh dari standar. Situasi ini bukan hanya menghambat proses pembelajaran, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan para pelajar.
Lebih jauh, fakta ini mempertegas persoalan klasik di daerah terpencil: ketimpangan pembangunan pendidikan. Data menunjukkan Kabupaten Pulau Taliabu memiliki sejumlah sekolah menengah kejuruan, namun kualitas sarana prasarana masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Yang menjadi sorotan tajam, hingga kini belum terlihat adanya sentuhan nyata dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Padahal, sebagai pemegang kewenangan pendidikan tingkat menengah, pemerintah provinsi seharusnya hadir dan responsif terhadap kondisi darurat seperti ini.

Masyarakat berharap Gubernur Maluku Utara segera turun tangan. Perbaikan infrastruktur pendidikan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi masa depan generasi daerah.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya bangunan sekolah yang runtuh—tetapi juga harapan siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
