
Kekosongan BBM ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga sehari-hari yang kesulitan berpergian, namun juga mematikan mata pencaharian utama para nelayan. Tanpa bahan bakar, para nelayan tidak bisa menyalakan mesin perahu untuk melaut mencari ikan
Akibatnya, pendapatan mereka terhenti sama sekali dan pasokan ikan ke pasar lokal pun terancam putus. “Kami tidak bisa melaut, berarti tidak ada penghasilan untuk keluarga,” ungkap nelayan Bakri Buton, Selasa (14/7/2026).
Masyarakat mendesak pihak Pertamina serta pemerintah daerah terkait untuk segera mengirimkan pasokan BBM ke wilayah tersebut. Selain itu, warga meminta agar distribusi BBM ke daerah kepulauan seperti Mangoli Utara dijamin ketersediaannya secara rutin dan berkelanjutan, agar kelangkaan yang sangat merugikan hajat hidup orang banyak tidak terulang kembali di masa mendatang.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Pertamina Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula belum dapat dikonfirmasi pernyataannya.
