RedMOL.id–Pulau Taliabu kembali menjadi sorotan publik, kali ini terkait penanganan kontingen peserta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Niat mulia para atlet muda untuk mengharumkan nama daerah justru ternodai oleh minimnya fasilitas yang diberikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat.
selasa(/30/6/2026).
Kejadian ini mencuat saat para peserta POPDA asal Pulau Taliabu tiba di Pelabuhan Kota Ternate. Alih-alih mendapatkan fasilitas transportasi yang layak sebagai perwakilan daerah, para atlet justru dijemput menggunakan mobil pikap. Pemandangan tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat sekitar pelabuhan dan memicu perbincangan hangat.
Sejumlah warga yang menyaksikan langsung merasa prihatin. Mereka menilai perlakuan tersebut tidak mencerminkan dukungan serius terhadap para atlet yang telah berjuang membawa nama daerah ke ajang kompetisi. “Ini sangat memalukan. Mereka datang untuk mengharumkan nama daerah, tapi justru diperlakukan seperti ini,” ungkap salah satu warga.
Para peserta sendiri datang dengan semangat tinggi dan harapan besar. Mereka telah mempersiapkan diri untuk bertanding dan menunjukkan kemampuan terbaik. Namun, kondisi yang mereka hadapi sejak awal keberangkatan hingga tiba di lokasi justru menimbulkan kekecewaan mendalam.
Kritik pun mengarah kepada Dispora Pulau Taliabu yang dinilai kurang maksimal dalam memfasilitasi kebutuhan kontingen. Banyak pihak mempertanyakan keseriusan instansi tersebut dalam mendukung pengembangan olahraga, khususnya bagi generasi muda yang berprestasi.
Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi pemerintah daerah, terutama dalam hal pembinaan dan penghargaan terhadap atlet. Dukungan yang layak bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap perjuangan para atlet yang membawa nama baik daerah di kancah kompetisi.
Masyarakat berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa. Para atlet yang berjuang untuk daerah seharusnya mendapatkan perlakuan yang lebih baik, layak, dan manusiawi. Pemerintah daerah diharapkan dapat lebih serius dalam memperhatikan kebutuhan serta kesejahteraan para peserta, agar semangat mereka tidak luntur sebelum bertanding.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet di lapangan, tetapi juga oleh dukungan penuh dari pihak terkait di balik layar.
